Jerman dan Austria mewajibkan calon au pair memiliki sertifikat bahasa terlebih dahulu. Jadi setidaknya kamu sudah memiliki modal dasar lalu tinggal mengasahnya saja di negara tujuan. Kedua negara ini hanya menerima au pair maksimum 26-27 tahun, so get your chance before too late!
Bagi kamu yang ingin menjalani program Au Pair, kamu diharuskan masih berusia diantara 18-30 tahun, Belum pernah menikah, Mandiri dan disiplin. Menyukai anak-anak, Mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi, Flexible dengan jadwal yang disusun oleh Host family, dan Siap untuk tinggal jauh dari orang tua dan teman-teman selama 1-2 tahun.
Baca pengalamanku bertemu dengan sahabat sesama au pair di Jerman pertama kali: Aku kutu dan sahabatku - Gaji sedikit. Kerja banyak, gaji sedikit menjadi hal yang sangat problematis. Memang kalau di rupiahkan, 260 euro itu terbilang banyak (hampir 4 juta rupiah), tapi untuk tinggal dan jalan-jalan di Jerman, seperti hidup senin kamis.
Anyway ini blog aku yang baru karena yang lama sudah berlalu jadi biarkanlah aku memulai dengan yang baru :D Jadi sekarang ini aku jadi Au pair lagi di tahun kedua aku setelah beres Au pair di Jerman kemarin dan sempet kembali pulang dulu ke Indonesia selama 9 bulan tapi akhirnya bisa kembali lagi ke Eropa.
FSJ dan BFD merupakan salah satu cara agar kita bisa tinggal di Jerman, FSJ dan BFD bisa disebut juga sebagai sukarelawan yang bekerja di Jerman. FSJ (Freiwiliges Soziales Jahr) dan BFD (Bundesfreiwiligendienst) merupakan program untuk melakukan kerja sosial 6-18 bulan di lembaga kesehatan atau lembaga pendidikan di Jerman. Program ini ditujukan untuk anak-anak muda yang berusia 18-26 tahun.
Jerman termasuk negara impian untuk kuliah maupun bekerja. Seorang gadis Indonesia, Elya Ayunda, semangat menggapai cita-citanya tinggal di Jerman. Dia ikutan Au Pair di Jerman, program bagi anak muda untuk memperdalam kemampuan bahasa asing sambil tinggal di negara tujuan. Selain itu, Elya Ayunda juga mengikuti sebuah program fellowship.
6zZXtj.
pengalaman au pair di jerman